
Seragam SMK Asima Morotai: Identitas dan Budaya
Seragam SMK Asima Morotai mencerminkan identitas, disiplin, dan budaya lokal melalui desain nasional, Pramuka, batik, serta pakaian adat.
SMK Pariwisata Asima Morotai, yang terletak di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memiliki seragam sekolah yang dirancang untuk mencerminkan identitas sekolah sekaligus mendukung semangat nasionalisme siswa. Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022, seragam nasional untuk jenjang SMK terdiri dari kemeja putih lengan pendek dan celana atau rok berwarna abu-abu. Seragam ini wajib dikenakan minimal setiap hari Senin dan Kamis, serta saat upacara bendera, dilengkapi atribut seperti topi pet bertuliskan Tut Wuri Handayani dan dasi yang sesuai dengan warna seragam. Desain ini tidak hanya menciptakan keseragaman, tetapi juga menanamkan rasa disiplin dan tanggung jawab pada siswa.
Selain seragam nasional, SMK Asima Morotai juga menerapkan seragam Pramuka sebagai bagian dari identitas kepramukaan yang wajib diikuti siswa. Seragam Pramuka terdiri dari kemeja cokelat muda dan celana atau rok cokelat tua, lengkap dengan atribut seperti topi, setangan leher, dan ikat pinggang khas Pramuka. Penggunaan seragam ini biasanya ditetapkan pada hari tertentu sesuai kebijakan sekolah, misalnya hari Rabu atau saat kegiatan ekstrakurikuler Pramuka diadakan. Warna cokelat dipilih untuk mengingatkan siswa akan perjuangan bangsa dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi inti dari Gerakan Pramuka.
SMK Asima Morotai turut mengadopsi seragam khas sekolah yang membedakannya dari sekolah lain di wilayah tersebut. Seragam khas ini biasanya mencakup batik dengan corak khusus yang mencerminkan budaya lokal Morotai atau Maluku Utara, dikenakan pada hari-hari tertentu seperti Jumat. Penggunaan batik tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendukung kebijakan pemerintah dalam melestarikan warisan tradisional Indonesia. Siswa diajak untuk menghargai kekayaan budaya daerah melalui seragam ini, sekaligus meningkatkan rasa bangga sebagai bagian dari komunitas sekolah.
Terakhir, untuk acara adat atau hari khusus, siswa SMK Asima Morotai diperbolehkan mengenakan pakaian adat sesuai tradisi setempat. Pakaian adat ini biasanya digunakan saat peringatan hari besar nasional, seperti Hari Kemerdekaan, atau acara budaya yang diselenggarakan sekolah. Ketentuan ini memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk mengekspresikan identitas lokal mereka, sekaligus memperkaya pengalaman pendidikan di luar kurikulum formal. Dengan kombinasi seragam nasional, Pramuka, khas sekolah, dan pakaian adat, SMK Asima Morotai berhasil menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan penuh makna bagi siswanya.